25 Agustus 2009
Yayasan Al-Itrah didirikan di Bangil pada tahun 1996. Yang melatarbelakangi pendirian yayasan ini adalah keikhlasan tekad untuk mengenalkan Ahlulbayt Nabi saw kepada para pecintanya, serta fenomena fakumnya kajian nonformal yang membahas ilmu-ilmu Ahlulbayt di kota Bangil. Hal ini menimbulkan kerisauan bebarapa pihak, dan memunculkan ide untuk segera membentuk wadah yang bisa memanfaatkan potensi pengajar yang banyak tersedia sekaligus memberi tempat bagi yang merindukan kajian-kajian ilmiah untuk kembali aktif dalam sebuah organisasi. Ide ini diawali dari Ust. Ali Umar Al-Habsyi dan Syd. Abdullah Al-Haddad. yang didukung oleh segenap Asatidz dan ikhwan pecinta Ahlulbayt. Dari beliau berdua tercetuslah nama "Al-Itrah". yang mengacu pada Itrah At-Thahirah (keluarga suci Nabi saww). Nama ini dimaksudkan sebagai identitas yang bisa menggambarkan tujuan awal dibentuknya, sebagaimana tertulis di atas, untuk mengenalkan keluarga Nabi saww kepada para pecintanya.
Pada masa awal berdirinya, Al-Itrah aktif mengadakan pengajian rutin setiap minggu yang difokuskan pada pembahasan seputar fiqih praktis. Pengajian ini masih bersifat intern dan diadakan dirumah salah satu anggotanya. Selain pengajian rutin tersebut, Al-Itrah juga mengadakan kegiatan tahunan di bulan Ramadhan berupa pembacaan do'a dan kajian ilmu yang diadakan setiap malam.
Selang beberapa saat, aktifitas Al-Itrah mulai menurun disebabkan oleh beberapa faktor. Hingga pada puncaknya, kegiatan rutin Al-Itrah hanya diadakan pada bulan Ramadhan. Keadaan ini berlangsung sekitar 3 tahun terakhir. Apa yang terjadi di awal pembentukan Al-Itrah terulang kembali, kerisauan banyak pihak akan kefakuman kajian ilmiah yang bersifat non formal, serta bisa diterima banyak orang menjadi motifasi serta ide baru dari generasi senior untuk mencoba memberikan bendera Al-Itrah pada para pemuda yang diharapkan memliki potensi serta gagasan yang lebih kreatif.
Keinginan tersebut tampaknya tidak bertepuk sebelah tangan, terbukti para pemuda yang diharapkan menjadi motor baru Al-Itrah dengan penuh semangat menyambut tawaran tersebut. Hingga akhirnya, pada hari Senin, 4 Desember 2006 diadakan sebuah rapat dengan agenda pembentukan pengurus baru Al-Itrah. Rapat ini berhasil merumuskan tujuan, kegiatan, serta kepengurusan Al-Itrah. Dalam rapat tersebut terpilih Syd. Ali Ridho Assegaf sebagai ketua Al-Itrah.
Maka sejak dibentuk pengerus yang baru, Al-Itrah kembali aktif mengadakan berbagai acara yang bersifat rutin maupun kondisional. Acara rutin Al-Itrah saat ini ada 2:
1. Majlis Yasin, Do'a Kumail, dan Ceramah agama (setiap malam Jum'at, jam 19.00 WIB)
2. Diskusi Ilmiah yang diadakan setiap malam Ahad jam 19.00 WIB (2 minggu sekali)
Untuk kegiatan pertama, diutamakan pembahasan ilmu dari Ahlulbayt as. Sedangkan untuk diskusi ilmiah, digunakan sebagai wadah bertukar pikiran dari berbagai kalangan. Baik dari ormas, aparat pemerintahan, tokoh masyarakat, dan yang lainnya. Tujuannya, disamping menambah pengetahuan, juga untuk merekatkan tali silaturahmi antar kaum Muslimin, khususnya di kota Bangil.
Demikian sejarah ringkas Al-Itrah dari awal terbentuknya hingga kepengurusan yang baru. Mohon Do'a agar Al-Itrah tetap eksis memberi sumbangan yang berharga bagi Islam dan mampu merintis Ukhuwah antar sesama Muslimin.



